Alumnus Sekolah Ini Meninggalkan Kursinya Saat Pidato Anies

Advertisement


Dalam rangka memperingati 90 tahun berdirinya sekolah Kolese Kanisius, sekolah katolik khusus untuk laki-laki yang berlokasi di Menteng Raya ini untuk pertama kalinya memberikan penghargaan kepada lima alumni dari berbagai generasi.

Lima alumni ini tersaring dari semua 95 finalis yang menjadi kandidat. Mereka adalah Ananda Sukarlan (Komponis & Pianis), Derianto Kusuma (pendiri Traveloka), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka) Romo Magnis Suseno (tokoh Jesuit), dan Dr. Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma).

Yang memberikan pidato pembuka pada acara besar di JIFest yang dihadiri oleh ribuan alumni Kanisius ini adalah Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Saat ia sedang memberikan pidato, Ananda Sukarlan langsung berdiri dari kursi VIPnya yang didudukinya dan meninggalkan tempatnya, menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap pidato Anies.

Aksi ini kemudian langsung diikuti oleh ratusan alumni dan hadirin lainnya. Setelah memberikan pidatonya yang disambut dengan dingin, Anies Baswedan kemudian meninggalkan tempat. Hadirin yang tadinya meninggalkan tempat pun mulai memasuki ruangan kembali.


Saat pemberian penghargaan kepada kelima tokoh ini, Ananda Sukarlan mendapat giliran untuk memberikan pidato selama 10 menit. Pada pidato tersebut, setelah mengucapkan terimakasih, ia kemudian mengkritik panitia penyelenggara. "Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami. Walaupun anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius. Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan", katanya.

Ananda  Sukarlan juga menambahkan dalam pidatonya, "Saya muslim, dan di CC (Canisius College) kita buat perbedaan dengan bersatu. Bukan malah memecah belah dengan perbedaan. Saya protes sama panitia kenapa mengundang tokoh yang malah memecah belah dengan isu perbedaan. Tokoh yang dapat jabatan karena memecah belah." tungkas Ananda Sukarlan.

Sumber: Reddit

Sekilas tentang penulis : Wilde

Hai saya Wilde, salah satu penulis di Mesinwaktu.id. Semoga dengan diterbitkannya tulisan saya ini dapat menjadi informasi yang berguna dan bermanfaat bagi Anda. Salam!

3 komentar Add Comments

Min, Jenis font isi artikel website nya apa?

Kalau bukan Helvetica ya Raleway, antara kedua itu, lupa saya.