Mars Ternyata Sama Sekali Tidak Ramah Seperti yang Kita Pikirkan

Advertisement


Dalam perburuan kehidupan di luar bumi, salah satu tempat terbaik untuk dilihat adalah Mars. Banyak penulis fiksi ilmiah telah membayangkan kehidupan di Mars selama beberapa generasi, dan para ilmuwan telah mencari tanda-tanda kehidupan di planet merah tersebut selama beberapa dekade. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa kehidupan di Mars mungkin lebih dekat dengan fiksi ilmiah daripada sains.

Mars bukanlah tempat yang ramah. Selalu dingin, hampir tidak ada air berbentuk cair, dan sinar ultraviolet yang terus membombardir permukaan planet ini. Hanya berdasarkan fakta itu saja bagaimana untuk hidup sudah terlihat tidak bagus. Tapi ada faktor lain yang membuat kehidupan di permukaan Mars tidak mungkin dilakukan, yaitu perklorat.

Potasium perklorat adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam bahan bakar roket, namun beberapa pengorbit dan pendarat yang dikirim ke Mars telah melihat bagaimana bahan kimia tersebut muncul secara alami di tanah Mars. Sepasang peneliti di University of Edinburgh menemukan bahwa ketika perklorat terkena sinar ultraviolet, mereka membunuh bakteri dua kali lebih cepat dari sinar UV.

Parahnya lagi, tanah Mars juga mengandung bahan kimia seperti hidrogen peroksida dan karat. Bila bahan kimia ini digabungkan dengan perklorat dan disinari dengan sinar UV, mereka membunuh bakteri 11 kali lebih cepat dari sinar UV saja.

Ini adalah berita buruk bagi kehidupan potensial di Mars. Bahan kimia yang berada di permukaan dan sinar UV membuat Mars menjadi tempat yang tidak ramah untuk bakteri bumi manapun, yang berarti kemungkinan tidak ramah juga bagi bakteri potensial Mars.

Tapi masih ada alasan untuk berharap. Bahan kimia beracun Mars yang mematikan itu membutuhkan sinar ultraviolet untuk membunuh bakteri, jadi ada kemungkinan bakteri bisa bertahan beberapa meter di bawah permukaan planet. Rover ExoMars dari Badan Antariksa Eropa yang akan diluncurkan pada tahun 2020, memiliki bor yang mampu menggali sampai beberapa meter di bawah permukaan, di mana kita akhirnya bisa mendapatkan beberapa jawaban.

Sekilas tentang penulis : Wilde

Hai saya Wilde, salah satu penulis di Mesinwaktu.id. Semoga dengan diterbitkannya tulisan saya ini dapat menjadi informasi yang berguna dan bermanfaat bagi Anda. Salam!