Beberapa Fakta Sejarah Awal Kemerdekaan Indonesia Yang Jarang Diketahui Umum

Advertisement

Kita pasti sudah akrab dengan sejarah Indonesia. Bahkan, beberapa sudah kita pelajari sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Buku sejarah yang begitu tebal dan tidak ada habisnya dibahas dari sekolah dasar hingga menengah keatas seakan telah merekam seluruh peristiwa bersejarah di Indonesia. Tapi, sebenarnya ada fakta-fakta unik dari sejarah yang nggak diajarkan di bangku sekolahmu.
Setelah pengumuman kemerdekaan Indonesia ternyata banyak fakta unik yang terjadi di pemerintahan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Seperti apa? Yuk sama-sama tengok sejarah ke belakang.

1. Saat malam proklamasi 17 Agustus 1945 dulu sebenarnya Bung Karno dan para sahabatnya begadang di rumah Laksamana Maeda untuk menyusun naskah proklamasi kemerdekaan. Hal ini yang menyebabkan Bung Karno sakit keesokan harinya saat membacakan naskah proklamasi, yang hampir tertunda karena sakitnya Bung Karno.

2. Saat penandatanganan proklamasi, dulu hanya ada dua tanda tangan yaitu Bung Karno dan Bung Hatta saja. Padahal pada saat itu Bung Hatta menawarkan semua sahabat yang terlibat dalam perumusan proklamasi ikut menandatangani tapi mereka menolak, dan tercatat juga Bung Hatta sempat mengatakan "di ajak menjadi sejarah malah tidak mau".

3. Upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara.

4. Indonesia merupakan negara yang memiliki suku bangsa terbanyak di dunia. Dengan lebih dari 740 suku bangsa dan etnis, maka dari itu tidak heran bahwa Indonesia juga merupakan negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yakni 583 bahasa dan dialek. Sadar bahwa bentrokan antar etnis sangat berpotensi terjadi, maka para pendiri republik ini menyepakati semboyan bangsa “Bhinneka Tunggal Ika” (yang artinya “Berbeda-beda tapi tetap satu juga”).

5. Bendera pusaka Indonesia sering kali diklaim berasal dari tenda kain warung soto dan sprei yang bersumber dari pengakuan Kustaryo. Tapi itu tidak benar, karena menurut ibu Fatmawati yang menjahit bendera pusaka tersebut, kain bendera pusaka Indonesia berasal dari perwira Jepang yang membawa kain dua blok. Yang satu blok berwarna merah sedangkan yang lain berwarna putih. Kain ini kemungkin diambil dari kantor Jawa Hokokai. Hal ini terkait dengan janji Perdana Menteri Jepang Koiso pada 7 September 1944 bahwa Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia suatu hari kelak.


6. Naskah proklamasi asli sebenarnya ditemukan di tong sampah, dan di pelihara oleh wartawan BM Diah, seorang putera asal Aceh yang juga tokoh pers, dan pejuang kemerdekaan. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

7. Naskah proklamasi aslinya ditulis tangan oleh Bung Karno dan didiktekan oleh Bung Hatta. Tapi versi yang umum dikenal adalah versi yang diketik Sajuti Melik.

8. Dokumentasi proklamasi selamat karena kebohongan Frans Mendur, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi. saat digeledah tentara Jepang untuk menghancurkan semua bukti proklamasi, Frans Mendur mengatakan negatif film ini diserahkan kepada barisan pejuang, padahal aslinya negatif film ini disembunyikan di bawah sebuah pohon di halaman kantor Harian Asia Raya.

9. Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, WR Supratman meninggal (17 Agustus 1937), dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk meninggal pada tanggal yang sama juga (17 Agustus 1894).

10. Sampai detik ini, tidak ada “Jalan Soekarno-Hatta” di ibu kota Jakarta. Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai tahun 1985. Nama mereka baru diabadikan menjadi nama bandar udara (Bandara Sukarno-Hatta) 40 tahun setelah Indonesia merdeka. Lebih parahnya lagi, pemerintah baru secara resmi menyematkan gelar “proklamator” kepada mereka pada tahun 1986, atau 16 tahun setelah Sukarno wafat. Dan baru di tahun 2012 atau 67 tahun sesudah indonesia merdeka mereka baru mendapatkan gelar resmi sebagai pahlawan nasional.

11. Ibu kota negara Indonesia pernah pindah 3 kali hanya dalam 4 tahun, belum ada negara di dunia yang memindahkan ibu kota negaranya sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat. Antara 1945 dan 1948, Indonesia mempunyai 3 ibu kota, yakni Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948) dan Bukittinggi (1948-1949).

12. Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal Sudirman, pada kenyatannya tidak pernah menduduki jabatan resmi di kabinet RI. Beliau tidak pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan sekalipun.

13. Perintah pertama dari presiden pertama Indonesia, Bung Karno adalah “Sate ayam lima puluh tusuk” Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden Indonesia. Kebetulan di jalan pulang beliau merasa lapar dan kebetulan bertemu seorang tukang sate, beliau langsung berniat membeli sate untuk mengganjal rasa laparnya, beliau berkata kepada tukang sate itu minta di bikinkan sate ayam 50 tusuk, beliau memakan satenya di pinggir jalan dekat sebuah selokan yang kotor. Mungkin inilah perintah pertama dan makan siang pertama presiden pertama republik ini.

12. Satu-satunya momen saat Indonesia bisa masuk piala dunia adalah di tahun 1938 dan ini pun bukan atas nama Indonesia tapi atas nama Hindia Belanda.

13. Proklamasi yang sering kita dengar itu bukan suara asli yang direkam saat proklamasi. Proklamasi yang sebenarnya, dimulai sekitar jam sepuluh pagi dan tidak direkam. Kemudian karena inisiatif untuk menyebarkan proklamasi lewat radio, Bung Karno diminta untuk mengulangi pembacaan proklamasi. Bung Karno awalnya menolak tegas dengan alasan proklamasi hanya dilakukan sekali, tapi akhirnya setuju setelah menimbang berbagai alasan (mungkin agar seluruh rakyat Indonesia tahu dan percaya) kemudian beliau membacakan kembali teks proklamasi. Itulah dokumentasi berupa suara yang bisa kita dengar sampai sekarang.

14. Hutan Indonesia masuk rekor untuk perusakannya. Hutan Indonesia yang luasnya mencapai 138 juta hektar merupakan tempat hidup bagi 11% spesies tumbuhan dunia, 10% spesies mamalia dunia, dan 16% spesies burung dunia. Tapi meskipun demikian, Guinness World Records pada tahun 2008 menyematkan rekor pada Indonesia sebagai negara yang paling cepat laju kerusakan hutannya di dunia, yakni kehilangan 1,8 juta hektar hutan setiap tahunnya.

15. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, Disinilah tiga dari enam pulau terbesar di dunia berada: Kalimantan, Sumatera, dan Papua, dan terdapat lebih dari 17.500 pulau di negeri ini.
Namun jangan heran bahwa hampir 60% penduduknya tinggal di Pulau Jawa, padahal luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah Indonesia. Uniknya lagi, ada empat pulau yang kedaulatannya dikuasai bersama-sama dengan pemerintah negara tetangga. Pulau Kalimantan secara administratif dikuasai tiga pemerintahan yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pulau Papua dikuasai Indonesia dan Papua Nugini. Pulau Timor dikuasai Indonesia dan Timor Leste, dan yang terakhir Pulau Sebatik dikuasai Indonesia dan Malaysia.

16. Indonesia termasuk negara murah senyum, Selain karena keindahan alamnya, banyak wisatawan mancanegara memuji keramahan orang Indonesia. Berdasarkan survey The Smiling Report 2009, Indonesia adalah negara paling murah senyum di dunia. Indonesia, bersama Hongkong, juga dinobatkan sebagai negara yang terbaik dalam mengucapkan salam. Namun hal ini tidak diikuti dengan pengelolaan yang baik terhadap indutri pariwisatanya. Buruknya birokrasi dan tingginya tingkat korupsi juga sangat menakutkan bagi para investor untuk berbisnis di negara paling murah senyum ini. Selain itu dalam beberapa tahun terakhir ini tingkat intoleransi di Indonesia meningkat drastis dan membuat citra Indonesia menjadi semakin terpuruk dengan masuk dalam negara dengan tingkat toleransi terburuk di dunia, hal ini ironi walaupun kita negara murah senyum tapi kita bukan negara yang toleran.

17. Indonesia adalah satu-satunya negara yang pernah keluar dari PBB secara nyata (sedangkan negara yang pernah mengancam mau keluar dari PBB adalah Amerika dan Philipina tapi tidak di buktikan secara nyata seperti Indonesia). Indonesia bergabung dengan PBB pada tahun 1950 sebagai anggota ke-60 PBB, kemudian menarik keanggotaannya pada tahun 1965 sebagai wujud protes diakuinya kedaulatan Malaysia dan pengangkatan Malaysia sebagai anggota tidak tetap dewan keamanan PBB.

Sebelum keluar dari PBB, Sukarno sempat menyampaikan pidato dengan berapi-api di Sidang Umum PBB yang isinya meminta agar badan dunia tersebut dipindahkan markas besarnya ke luar Amerika Serikat sehingga tidak diintervensi oleh negara-negara besar. Pada pidato ini presiden Sukarno mendapatakan berkali-kali tepuk tangan dari hampir semua perwakilan negara di dunia. Saat-saat itulah terakhir kali Indonesia memiliki pemimpin yang memiliki wibawa besar dan menjadi salah satu negara yang paling disegani di seluruh dunia.

Sekilas tentang penulis : Wilde

Hai saya Wilde, salah satu penulis di Mesinwaktu.id. Semoga dengan diterbitkannya tulisan saya ini dapat menjadi informasi yang berguna dan bermanfaat bagi Anda. Salam!