Mengapa Teori Bumi Datar atau Flat Earth Banyak Dipercayai?

Advertisement

Konspirasi Bumi datar atau “flat earth” banyak dipercayai sebagian manusia di bumi. Teori yang bertentangan dengan apa yang selama ini diajarkan di sekolah memunculkan banyak perdebatan dan diskusi mengenai kebenaran bentuk bumi.

Lalu apakah benar bumi yang kita tinggali saat ini adalah datar?. Sebenarnya teori tentang bumi datar ini awalnya diangkat oleh organisasi bernama Flat Earth Society yang didirikan oleh Samuel Shenton pada 1956 di Lancaster California, Amerika Serikat. Kepercayaan bumi datar atau flat earth adalah kebudayaan masa lalu yang berpegang teguh pada keyakinan bahwa bumi itu memang datar.

Hal ini ada kaitanya dengan tafsir Al-Qur'an dan kosmologi dalam Islam yang masih merujuk pada teori Ptolemaic cosmology, dimana bumi digambarkan dengan bentuk lempeng (seperti karpet) dan langit berlapis 7 dimana dengan teori semacam ini memang benar saat orang dari seluruh penjuru bumi salat menghadap ke kakbah (kiblat) maka arah kiblat memang akan satu titik saja. Hal ini akan berbeda kalau bumi berbentuk bulat, jika bumi bulat maka orang akan menghadap ke langit saat salat menghadap kiblat

Dan hal ini juga karena ada banyak dalil di Al-Quran yang mendukung dan menggambarkan bumi ini berbentuk lempeng dan mempunyai langit yang berlapis-lapis, seperti yang dijelaskan di situs WikiIslam ini. Cosmology of the Quran & Flat Earth and the Quran.

Dan menurut para ilmuwan Islam abad lampau pun seperti Al-Farghani yang menulis Kitab Fi-Jawani pun mengartikan bumi ini datar dengan 7 lapisan langit mirip dengan Ptolemaic cosmologi, yang juga dulu dianut oleh Yahudi, dan Kristen juga. Tapi nantinya di masa Renaissance atau masa kebangkitan ilmu pengetahuan di Eropa, teori cosmologi ptolemic ini dijungkir balikan oleh Galileo dan Newton dan yang paling modern, teori ptolemic ini dinyatakan salah sepenuhnya saat manusia sudah bisa terbang keluar angkasa dan melihat bagaimana bentuk bumi yang sebenarnya


Tapi anehnya, walaupun hari ini orang di negara-negara maju sudah tidak lagi menganut teori bumi datar, tapi sebagian orang bahkan ulama masih saja percaya bumi datar.

Bahkan ulama terkenal saudi yang bernama Syeh Abdul Azis Ibnu Baaz pernah mengeluarkan fatwa yang berkata, bahwa yang mempercayai bumi itu bulat dan bukannya datar, akan dianggap sebagai atheis dan harus dihukum. Fatwa tersebut kemudian direvisi setelah putra mahkota kerajaan Saudi, Sultan bin Salman Al Saud pernah diundang NASA pada tahun 1985 untuk melihat bumi langsung dari pesawat luar angkasa.

Jadi pandangan bumi datar ini sebenarnya ada kaitanya dengan agama dan keyakinan, bukan berdasarkan fakta ilmiah maupun ilmu pengetahuan modern.

Kalau begitu mulai sekarang kita harus lebih berpikiran objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh sesuatu yang belum ditentukan kebenarannya ya.

Sekilas tentang penulis : Wilde

Hai saya Wilde, salah satu penulis di Mesinwaktu.id. Semoga dengan diterbitkannya tulisan saya ini dapat menjadi informasi yang berguna dan bermanfaat bagi Anda. Salam!