Tidak Terima Ditegur, Siswa SMA Pukul Gurunya Hingga Tewas

Advertisement

Bukannya memuliakan seorang guru, seorang siswa kelas sebelas bernama Moh. Holili yang bersekolah di SMA Negeri 1 Torjun Kabupaten Sampang, Jawa Timur malah melakukan penganiayaan terhadap gurunya sendiri. Guru kesenian bernama Ahmad Budi Cahyono dipukul siswanya tersebut hingga tewas pada Kamis (1/2/108).

Peristiwa itu terjadi saat pelajaran sedang berlangsung. Saat Budi sedang mengajar mata pelajaran seni rupa, salah satu muridnya tersebut pada saat jam pelajaran tidak mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan mereka.

Melihat kejadian tersebut, Budi kemudian menegur siswa Moh. Holili, namun tidak dihiraukan dan malah semakin menjadi-jadi mengganggu teman-temannya. Akirnya Budi bertindak dengan mencoret pipi Holili menggunakan cat lukis. Namun, tak terima dengan tindakan sang guru, pelaku tiba-tiba menghampiri korban dan menghajar membabi buta pada bagian kepala korban. Teman sekelas pelaku yang tahu peristiwa itu langsung berusaha melerai.


“Kejadiannya sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi, saya sendiri sebenarnya sedang tidak berada di dalam kelas, informasinya dia ditegur oleh Budi saat pelajaran terakhir itu, kemungkinan anak ini masih mengulang kembali kesalahannya dan tiba-tiba dia memukuli Budi,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri I Torjun Sampang, Amat.

Amat menuturkan, guru Budi memang sempat menceritakan atas kejadian di ruang kelas kepada dirinya. Saat menceritakan kejadian tersebut, guru Budi masih terlihat sehat, tapi orangnya memang tampak lesu.

Setelah kejadian tersebut Kepala Sekolah SMA Negeri I Torjun, Amat tidak melihat adanya luka di tubuh dan wajah Budi dan mempersilahkan agar Budi pulang kerumah.

Kemudian Amat mendapat kabar dari pihak keluarga Budi bahwa sesampainya di rumah, beliau kemudian tidur karena mengeluh sakit pada lehernya. Selang beberapa saat Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Berdasarkan keterangan dari para guru yang saat ini berada di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya bahwa kondisi Budi sangat kritis dan didiagnosa oleh dokter mengalami "Mati batang otak" dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi

Pukul 21.40 WIB Kadisdik menelpon Anggota Intelkam bahwa Budi telah dinyatakan meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Teman-teman sekelas pelaku menyayangkan tindakan yang dilakukan terhadap guru tersebut, karena menurut mereka tindakan guru wajar dilakukan.

Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres Sampang untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Sekilas tentang penulis : Wilde

Hai saya Wilde, salah satu penulis di Mesinwaktu.id. Semoga dengan diterbitkannya tulisan saya ini dapat menjadi informasi yang berguna dan bermanfaat bagi Anda. Salam!