Satelit Saturnus, Enceladus Memiliki Potensi Besar Memiliki Kehidupan

Advertisement

Enceladus adalah satelit mungil yang memegang rahasia besar, dan menurut sebuah studi baru, salah satu rahasia itu bisa menjadi tanda kehidupan.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications, tim yang dipimpin oleh Universitas Wina melaporkan bahwa ada bakteri Bumi yang mungkin dapat bertahan dalam kondisi seperti dalam Enceladus. Hasil penelitian ini bisa menjadi kunci untuk menemukan kehidupan di luar Bumi.

Enceladus adalah bulan Saturnus dengan radius sekitar 150 mil. Sementara permukaannya ditutupi oleh lapisan es, bukti geyser menunjukkan bahwa ada laut dalam di bawahnya. Ada juga potensi inti berpori dari batuan panas di tengahnya.

Tim peneliti mencoba mensimulasikan dasar laut Enceladus, termasuk beberapa bahan kimia yang diyakini ada di samudra seperti amonia, metana, dan hidrogen. Para peneliti kemudian mencoba meletakkan tiga mikroorganisme untuk mencoba mengetahui, apakah mereka akan bertahan hidup dengan kondisi tersebut atau tidak.

Tiga jenis mikroorganisme yang disebut Methanothermococcus okinawensis, Methanothermobacter marburgensis, dan Methanococcus villosus, semuanya adalah archaea, yang merupakan mikroorganisme mirip bakteri sederhana, biasanya ditemukan dalam kondisi ekstrim seperti ventilasi dasar lautan. Dari jumlah tersebut, M. okinawensis berkembang dengan baik, menghasilkan metana bahkan dalam kondisi yang paling ekstrem sekalipun.

Enceladus

Para periset juga menemukan bahwa sebuah proses yang disebut "serpentinisasi," di mana batuan mengubah keadaan karena masuknya air, dapat mengeluarkan hidrogen molekuler sebagai produk sampingan. Hidrogen selanjutnya bisa memberi makan mikroorganisme di dalam Enceladus.

Penelitian tersebut bukanlah sebuah konfirmasi bahwa ada kehidupan di Enceladus. Tetapi beberapa bukti yang dikumpulkan oleh penyelidikan Cassini NASA yang menghabiskan satu dekade lebih dalam sistem Saturnus mengungkapkan bahwa Enceladus hanya memiliki bahan kimia yang tepat untuk "membuatnya begitu," mengutip Kapten Jean Luc Picard, namun pesawat tersebut tidak memiliki instrumen untuk mendeteksi kehidupan secara langsung. Tapi studi baru ini adalah langkah bagus untuk mengetahui apakah Enceladus adalah merupakan salah satu tempat terbaik untuk menemukan kehidupan di luar Bumi secara potensial.

Sumber

Sekilas tentang penulis : Wilde

Hai saya Wilde, salah satu penulis di Mesinwaktu.id. Semoga dengan diterbitkannya tulisan saya ini dapat menjadi informasi yang berguna dan bermanfaat bagi Anda. Salam!