Mars dan Venus Pada Zaman Dulu Ternyata Pernah Terdapat Air

Advertisement

Dulu saat Bumi masih berupa planet yang panas karena iklim yang ekstrim, gunung merapi yang sering meledak, meteor yang selalu menumbuk, dan atmosfer yang beracun. Planet-planet seperti Mars dan Venus justru merupakan planet yang nyaman seperti Bumi hari ini. Bahkan sebagian besar ilmuwan meyakini kalau Mars dan Venus memiliki air dan cuaca yang sejuk.

Tapi hari ini sebaliknya justru Bumi yang memiliki air dan cuaca yang sejuk. Sebaliknya, planet Mars hanya berisi pasir dan atmosfer tipis dengan suhu yang sangat ekstrim dinginnya.

Tapi, Mars lebih lebih baik daripada Venus yang merupakan planet paling panas di sistem tata surya kita walaupun Venus bukanlah planet yang paling dekat Matahari, bahkan dulu, Uni Soviet pernah mengirimkan robot Venera untuk menjelajahi Venus, tapi robot ini hanya bertahan 2 jam saja di planet Venus dan akhirnya rusak parah karena terlalu eksrimnya cuaca dan suhu panas di Venus, padahal Venera sudah diperkuat dengan material terkuat di Bumi seperti logam titanium dan baja komposit tapi tetap saja robot ini rusak parah terkena suhu panas dan hujan asam di Venus.

Mungkin ada yang bertanya lagi kenapa terjadi perubahan iklim yang sangat drastis seperti di kedua planet ini. Jawabannya ada banyak tapi yang paling utama adalah karena efek rumah kaca atau pemanasan global yang membuat suhu kedua planet ini terutama Venus naik sampai ambang batas yang membuat air menjadi mendidih dan menguap sepenuhnya, dan tanpa air, tidak ada namanya atmosfer ideal dan suhu yang sejuk.

Air dipercaya terdapat di Mars dulu.


 Ilustrasi Venus yang dibanjiri oleh air.

Efek rumah kaca dan pemanasan global di kedua planet ini disebabkan karena pelepasan gas metana dan CO2 secara berlebihan dari dalam planet karena faktor geologis.

Bumi pun bisa mengalami nasib yang sama seperti Venus karena secara teoritis ada banyak gas metana dan CO2 yang di segel bumi dalam batuan, es dan gletser, serta di dalam tanah, selama gas metana dan CO2 ini tidak keluar ke atmosfer, kita akan baik-baik saja, tapi kalau sampai semua gas metana dan CO2 ini keluar ke atmosfer, Bumi kita bisa jadi neraka seperti Venus.

Tapi saat ini, kita manusia karena memerlukan minyak Bumi dan batu bara untuk menjalankan berbagai mesin yang kita gunakan, kita secara tidak sadar melepaskan gas metana dan CO2 yang justru menghancurkan atmosfer kita dan membuat Bumi semakin panas. Bahkan pada tahun 2016 ambang karbon dan CO2 atmosfer kita sudah sampai pada titik tidak bisa di perbaiki oleh alam, itu artinya kalau kita tidak bisa mengurangi bahan bakar fosil dan batu bara mulai sekarang dan mencari alternatif untuk memperbaiki atmosfer, maka nasib Bumi akan seperti Venus di masa depan.

Sumber

Sekilas tentang penulis : Wilde

Hai saya Wilde, salah satu penulis di Mesinwaktu.id. Semoga dengan diterbitkannya tulisan saya ini dapat menjadi informasi yang berguna dan bermanfaat bagi Anda. Salam!